Selasa, 08 Mei 2012

TEORI EKONOMI BIAYA TRANSAKSI


TEORI EKONOMI BIAYA TRANSAKSI
               
Salah satu alat analisis yang populer dalam ilmu ekonomi kelembagaan adalah ekonomi biaya transaksi (transaction cost economics). Alat analisis ini sering digunakan untuk mengukur efisien tidaknya desain kelembagaan .semakin tinggi biaya transaksi yang terjadi dalam kegiatan ekonomi (transaksi), berarti kian tidak efisien kelembagaan yang didesain;demikian sebaliknya.

A.      Definisi dan Makna Biaya Transaksi
Sebenarnya untuk mendefenisikan biaya transaksi sangatlah pelik sehingga untuk membedakan antara biaya transaksi dan biaya produksi dengan sendiri nya juga sangat sulit. Meskipun demikian, sebagai upaya untuk mengerjakan investigasi, konsep tentang biaya transaksi sangatlah berguna untuk mengenali bentuk mengenali bentuk dan struktur sebuah pertukaran transaksi. Sebelum melangkah lebih jauh kepada pengertian biaya produksi trdapat beberapa carauntuk memahami biaya produksi.   
  Literatur ekonomi memberikan defenisi beragam tentang biaya transaksi, sebagian penulis menggantungkan pada defenisi-defenisi yang sesuai dengan konseptualisasi teoritis dan/relevan dengan kasus empirisnya.
Pada awalnya didefenisi oleh Coase  sebagai ‘biaya mengorganisasi transaksi’, telah diuj  dan dikonsep ulang untuk menrefleksikan ongkos yang terjadi dalam situasi yang spesifik. Misalnya untuk mengkonseptualisasikan kembali masalah eksternalisasi dan juga termasuk aspek ‘koordinasi interaksi manusia’.
Defenisi oleh Wiliiiamson, biaya transaksi adalah biaya untuk menjalankan sistem ekonomi (the cost of running the economic system) dan ‘biaya untuk menyesuaikan terhadap perubajan lingkungan’(cost to a change in circumstances) (Dorfman,1981;Challen 2000; seperti dikutip oleh Mburu, 2002:41).
Selanjutnya North (1991b:203)biaya transaksi sebagai ongkos untuk menspesifikasikan dan memaksakan (enforcing) kontrak yang mendasari pertukaran, sehingga dengan sendirinya mencakup semua biaya organisasi politik dan ekonomi yang memungkinkan kegiatan ekonomi yang memungkinkan kegiatan ekonomi mengutip laba dari perdagangan (pertukaran).
Ringkasnya, biaya transaksi adalah biaya untuk melakukan negosiasi, mengukur, dan memaksakan pertukaran (exchange). Sedangkan menurut Mburu (2002:42), biaya transaksi dapat juga diartikan untuk memasukkan tiga kategori yang lebih luas yaitu :
1.      Biaya pencarian dan informasi
2.      Biaya negosiasi (bargaining)dan keputusan atau mengeksekusi kontrak;
3.      Biaya pengawasan (monitoring), pemaksaan, dan pemenuhan/pelaksanaan (compliance).
Furubotn dan Ritcher menunjukkan bahwa biaya transaksi adalah ongkos untuk menggunakan pasar(market transaction cost) dan biaya melakukan hal unuk memberi pesanan (order)
Berikutnya, Williamson (1991) dan North dan Walis (1994) menyampaikan perbedaan mendasar antara proes produksi dan dan biaya transaksi. Dengan kata lain baya transaksi muncul karena adanya transfer kepemilikan atau, lebih umum,hak-hak kepemilikan. Oleh karena itu, yang dimaksud biaya transaksi adalah biaya atas lahan,tenaga kerja,kapital,dan ketrampilan kewirausahaan  yang diperlukan untuk memindahkan (trransfer) input menjadi output (Mburu,2002:42)

B.      Rasionalitas Terbatas dan Perilaku Oportunistis
Raionaltas terbatas sendiri meujuk pada tingkat dan batas kesanggupan individu untuk menerima,menyimpan,mencari kembali,dan memproses informasi tanpa kesalahan (Williamson, 1973:317). Konsep ini didasarkan pada dua prinsip :
1.      Individu atau kelompok yang terdiri atas beberapa individu, memiliki batas-batas kemampuan untuk memproes dan menggunakan informasi yang tersedia.
2.      Tidak mungkin menyatakan bahwa semua negara di dunia dan semua hubungan sebab akibat yang relevan dapat diidentifikasi dengan bersandarkan pada kejadian sebelumnya.
Sedangkan perilaku opportunitis adalah upaya untuk mendapatkan keuntungan melalui praktik yang tidak jujur dalam kegiatan transaksi. Namun, laba yang didapat dari keuntungan yang bersifat keungguln produktif (misalnya lokasi yang unik atau keterampilan yang berbeda)tidak dianggap sebagai  sikap opportunitis (Williamson,1973 : 317). Lebih dalam lagi, North (1990b:27) menolak asumsi adanya informasi sempurna dan pertukaran tanpa biaya (costless exchange) yang dibuat oleh model pasar persaingan sempurna. Sebaliknya, dia melihat adanya ‘biaya transaksi’ dalam pertukaran akibat adanya  informasi yang tidak sempurna.
North menyatakan bahwa ‘biaya mencari informasi merupakan kunci dari biaya transaksi, yang terdiri atas biaya untuk mengerjakan pengukuran kelengkapan-kelengkapan( attributes) yang dipertukakan dan ongkos untuk melindungi hak-hak kepemilikan dan menegakkan kesepakatan. Oleh karena itu, agar pertukaran atau perdagangan dapat terjadi dengan biaya transaksi yang murah, masing-masing pelaku ekonomi harus mengeluarkan sumber daya dalam tiga wilayah yang tergolong kegiatan kontrak ( Poulton,et,al.,1998:12).
Dengan begitu faktor yang penting dalam mempengaruhi besarnya biaya transaksi adalah sifat hak-hak kepemilikan didalam masyarakat.

C.      Biaya Transaksi dan Efisiensi Ekonomi
Agar kegiatan  ekonomi terus berlanjut dan dalam jangkauan yang lebih luas,masyarakat harus berdagang /bertransaksi dengan orang lain diluar komunitasnya. Semakin kompleks dan impersional jaringan perdagangan, kian tinggi biaya transaksi yang muncul. Selanjutnya, jika biaya transaksi terlalu tinggi, maka perdagangan tidak akan terjadi dan ekonomi menjadi stagnan. Oleh karena itu tantangan pembangunan ekonomi adalah untuk mengurangi biaya transaksi pada saat melakukan perdagangan yang semakin kompleks. Ini akan tercapai bila desain pembangunan kelembagaan yang dibuat memang mendukung kegiatan perdagangan,yakni melalui penyediaan informasi,melindungi hak kepemilikan, dan menyiapkan mekanisme yang efektif.
 Besaran biaya transaksi dapat terjadi karena adanya penyimpangan dalam wujud
1.       Penyimpangan atas lemahnya jaminan hak kepemilikan
2.      Penyimpangan pengukuran atas tugas yang kompleks (multiple-task) dan prinsp yang beragam
3.      Penyimpangan intertemporal, yang dapat berbentuk kontrak yang timpang,responsivitas waktu nyata(real time), ketersembunyian informasi yang panjang, penyalahgunaan strategis
4.      Penyimpangan yang muncul karena kelemahan dalam kebijakan kelembagaan  yang berhubungan dengan pembangunan dan reformasi ekonomi
5.      Kelemahan integritas  ( James Wilson 1989)

Jadi, akar dari seluruh masalah ini adalah informasi yang kurang sempurna.
Tiga level skema dimana ekonomi transaksi dapat bekerja dengan cara





Lingkungan kelembagaan
 



 


Perubahan parameter                                                strategi
Tata kelola
 
                                                      
                                

                                                                        Preferensi endogen                                             
Individu
 
           

Atribut pelaku            


(wiliamson 1997:8)





D.     Determinan dan Variabel Biaya Transaksi
Isu utama dalam biaya transaki adalah pengukuran. Dari studi yang dilakukan banyak tokoh deskripsi tersebut dapat dirasakan adalah bahwa pengukuran biaya transaksi merupakan masalah pelik sehingga diperlukan pemahaman yang sama mengenai defenisi,determinan,dan variabel yang seragam dari biaya transaksi. Pada titik inilah mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan besarnya biaya transaksi menjadi penting untuk diketahui. Seperti yang diungkapkan oleh Zhang (2000:288)faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya biaya transaksi paa umumnya dapat dikelompokkan dalam tiga hal berikut :
1.      What : the identity of bundle of right (hak-hak atau komoditas)
2.      Who : to identity of agents involved in the exchanges
3.      How : the institutions, technical and social, governing the exchange and how to organize the wxchanges.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar